SEMINAR NASIONAL KEARIFAN LOKAL VII 2023

Conference Archives

KEARIFAN LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BINAAN YANG TANGGUH (RESILIENCE)

Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara
Jalan Perpustakaan, Gedung D Kampus USU, Padang Bulan, Medan Baru, Kota Medan 20155, Sumatera Utara
Medan, ID

March 14, 2023 – March 15, 2023

web-all

View Conference Details

KEARIFAN LOKAL UNTUK RUANG YANG ADAPTIF 2021

MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR

Medan, ID

March 3, 2021 – March 4, 2021

Arsitektur sebagai bagian dari lingkungan binaan, yang secara ideal menjadi wadah bagi manusia berbudaya, bukan sekedar menyediakan wadah, tapi lebih kepada upaya merespon secara tepat kebutuhan manusia dan perkembangannya.

Manusia, yang terus berusaha mencapai kemajuan, di saat yang sama dituntut untuk merespon segala akibat dari kemajuan tersebut: perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dinamika budaya, kompleksitas nilai, hingga kejadian dan masalah yang tak terduga: bencana dan penyakit. Pandemi telah memberi pelajaran pada peradaban, bagaiman manusia dan ruang beradaptasi. Ketika jarak menjadi penting, ketika alternatif akses menjadi perhatian, ketika fungsi tak lagi tunggal: hotel menjadi rumah sakit, rumah sakit dimodifikasi dengan berbagai pilihan akses, rumah menjadi tempat bekerja, belajar dan beribadah, area parkir menjadi ruang antri di bank dan fasiitas umum, jendela-jendela kembali dibuka lebar, pendingin buatan diminimalkan, ruang terbuka publik menjadi tempat yang lebih menyehatkan.

Kondisi ini membutuhkan berbagai pemikiran, menganalisis berbagai kemungkinan, mempelajari kembali bagaimana sejarah tradisi manusia merespon perubahan. Kearifan local menjadi salah satu pusat belajar yang kaya, yang terus memberikan ruang untuk menggali bagaimana arsitektur beradaptasi.

 

Keynote Speaker

Panitia Pengarah (Steering Committee)

  • Rektor USU: Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum. (Penasehat)
  • Wakil Rektor 3 : Prof. Drs. Mahyuddin K. M. Nasution, M.IT., Ph.D. (Penasehat)
  • Dekan Fakultas Teknik USU: Ir. Seri Maulina, M.Si., Ph.D. (Penasehat)
  • Ketua Departemen Arsitektur USU: Dr. Ir. Dwira N. Aulia, M.Sc.,IPM (Ketua)
  • Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IPM (Anggota)

Panitia Pelaksana (Organizing Committee)

  • Ketua Panitia Pelaksana : Mohammad Dolok Lubis, ST, M.Sc.
  • Sekretaris : Dr. Beny, O. Y. M., ST, MT, IPM
  • Bendahara : Amy Marisa, ST, M.Sc., Ph.D.

 

Sekretariat

  • Ketua : Keumala Shatila Harahap, ST, MT
  • Anggota : Wahyu Abdillah, ST, MT

 

Seksi Administrasi dan Publikasi Prosiding

  • Ketua : Wahyuni Zahrah, ST, M.S.

Anggota

  • Achmad Delianur Nasution, ST, MT, Ph.D. IAI., AA., IAP
  • Dr. Imam Faisal Pane, ST, MT, IPM
  • Hilma Tamiami Fachrudin., ST, M.Sc., Ph.D

 

Editor

Ketua : Ulinata, ST.Ars., MT. (UKI)

Anggota

  • Dedi Hantono, ST., MT. (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
  • Alhilal Furqan, BSc., MSc., Ph.D. (SAPPK ITB)
  • Danto Sukmajati, ST., M.Sc., Ph.D. (Mercu Buana Jakarta)
  • Dr.Yuanita FD Sidabutar ST., MSi. (Universitas Batam)
  • Zainuddin, ST., M.Sc. (UNSYIAH)

View Conference Details

Kearifan Lokal Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Produktif 2020

Ruang Senat Lt.3 Gedung Biro Rektor
Gedung Biro Rektor, Universitas Sumatera Utara

January 23, 2020 – January 24, 2020

Secara umum kearifan lokal merupakan bagian budaya suatu masyarakatyang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal dibentukberdasarkan nilai-nilai lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya dimanasebagai hasil dari kondisi grafis dalam arti luas berupa produk budaya masalalu (warisan). Nilai-nilai lokal tersebut diaplikasikan ke dalam suaturancangan proses pembangunan sebuah wilayah yang merupakan sebuah karyamasyarakat dalam konteks kebudayaan. Lingkungan binaan atau lingkunganterbangun biasanya adalah hasil karya masyarakat yang tidak terlepas daribudayanya.Kebudayaan yang berkembang dalam sebuah lingkungan akan memilikipengaruh terhadap pola kehidupan yang menjadi ciri khas dari lingkungantersebut. Maka dari pengembangannya diperlukan kreativitas untukmemproduksi bentukan berupa ide, perilaku, atau produk. Kreativitas hadirdengan didukung oleh faktor personal, situasional, dan budaya. Budaya kreatifadalah perilaku, aktivitas atau cara hidup seseorang atau sekelompok orangyang melekat di dalamnya unsur kebaruan untuk kehidupan yang efektif,komunikatif, dan merujuk pada sikap terhadap situasi sosial dan fenomenakehidupan.Maka dari itu, kreativitas perlu diangkat sebagai sebuah produkkebudayaan yang menentukan arah dari perkembangan suatu lingkungan atauwilayah. Permasalahan di atas melatarbelakangi Departemen ArsitekturFakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menyelenggarakanSeminar Nasional dengan tema “Kearifan Lokal dalam MenciptakanKreativitas Dalam Lingkungan Berbudaya”.

Adapun tujuan dari pelaksanaan seminar nasional yang dilaksanakanoleh Departemen Arsitektur Magister Teknik Arsitektur Program DoktorIlmu Arsitektur dan Perkotaan Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara2020 adalah untuk membentuk kreativitas dalam konteks kearifan lokalsehingga dapat menghasilkan lingkungan binaan yang berbudaya.

 

View Conference Details

Kearifan Lokal Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Produktif

Ruang IMTGT Gedung Biro Rektor USU
Jalan Dr.T.Mansyur No.9 Kampus USU 20155
Medan, ID

March 15, 2019 – March 16, 2019

INTRODUCTION

Kearifan lokal adalah pandangan dari suatu tempat yang bersifat bijaksana dan bernilai, baik yang diikuti dan dipercayai oleh masyarakat di suatu tempat tersebut dan sudah diikuti secara turun temurun. Kearifan lokal tersebut menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Dengan cara mewarisi pengetahuan scara turun temurun, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal. Hal itu dapat dilihat dari ekspresi kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari karena telah terinternalisasi dengan sangat baik. Setiap bagian dari kehidupan masyarakat local tersebut akan selalu berhubungan dengan lingkungan hidup. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.

Kearifan lokal akan selalu terhubung pada kehidupan manusia yang hidup di lingkungan hidup yang arif. Karena lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda yang berada didalamnya baik itu makhluk hidup maupun benda mati. Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia secara perlahan akan membawa pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya, baik itu membawa pengaruh yang positif maupun negatif. Oleh sebab itu, manusia harus menyadari bahwa segala aktivitas yang dilakukan harus dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap lingkungannya dengan menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan tersebut.

Lingkungan memiliki unsur-unsur didalamnya, yaitu biotik, abiotik dan sosial budaya. Biotik merupakan unsur-unsur lingkungan hidup yang terdiri dari segala jenis makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, maupun organisme atau jasad renik lainnya. Sedangkan, abiotik merupakan segala unsur lingkungan yang terdiri dari benda-benda mati seperti air, udara, dan lain-lain. Dan sosial budaya terdiri dari unsur lingkungan yang diciptakan manusia yang di dalamnya terdapat nilai, gagasan, norma, keyakinan, serta perilaku manusia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang tidak dapat hidup sendiri.

Lingkungan hidup yang serasi dan seimbang sangat diperlukan sebagai penentu kehidupan suatu bangsa. Idealnya, pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan pemeliharaan dan kelestarian lingkungan sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Setiap pemanfaatan lingkungan hidup harus bertujuan, seperti tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup; terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan hidup; terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan; tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup; terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana; terlindunginya Indonesia terhadap dampak dari luar yang dapat menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.

Kelestarian lingkungan dipengaruhi oleh lingkungan yang didominasi dengan struktur buatan manusia yang merupakan lingkungan binaan. Bangunan dan infrastruktur buatan manusia bertanggung jawab untuk sebagian besar penggunaan energi, penggunaan banyak air, dan menghasilkan sejumlah besar limbah. Idealnya, sebuah bangunan harus beroperasi seefisien mungkin. Efisiensi merupakan salah satu dasar dari desain yang berkelanjutan, yang memengaruhi semua aspek proyek, mulai dari penentuan lokasi, perencanaan ruang, penggunaan material, dan sistem. Oleh sebab itu, para perencana dan perancang bangunan selain menciptakan bangunan yang indah harus juga memperhatikan efisiensi, kenyamanan serta pengaruh keberadaan bangunan tersebjut terhadap lingkungan disekitarnya. Efisiensi energi merupakan inti praktik desain hijau saat ini.

Pembangunan-pembangunan tersebut yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan datang merupakan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan harus memerhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestarian lingkungannya agar kualitas lingkungan tetap terjaga. Kelestarian lingkungan yang tidak dijaga akan menyebabkan daya dukung lingkungan berkurang, atau bahkan akan hilang. Pembangunan berkelanjutan mengandung arti sudah tercapainya keadilan sosial dari generasi ke generasi. Dilihat dari pengertian lainnya, pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan nasional yang melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem.

Pengukuran atas pemanfaatan sumber daya pada ekosistem yang dilakukan secara seminimal mungkin guna menghasilkan produksi semaksimal mungkin dan juga merupakan suatu kegiatan yg menghasilkan sesuatu, berupa hal baru yg di dapat dari membaca, benda, tulisan, dan hal baik lainnya disebut produktif . Terdapat dua cara pandang produktivitas, yaitu cara pandang tradisional dan cara pandang modern. Cara pandang Tradisional membandingkan antara output fisik dengan input sumber daya yang digunakan sedangkan cara pandang modern membandingkan antara output fisik dengan kualitas yang dihasilkan.

Prinsip dalam manajemen produktivitas adalah efektif dalam mencapai tujuan dan efisien dalam menggunakan sumber daya. Unsur-unsur yang terdapat dalam produktivitas diantaranya efesiensi, efektivitas, dan kualitas. Efesiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan (input) yang direncanakan dengan penggunaaan masukan yang sebenarnya terlaksana. Pengertian efisiensi beriorientasi kepada masukan. Sedangkan, efektivitas merupaka suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh targer yang dapat tercapai baik secara kuatitas maupun waktu. Makin besar persentase target tercapai,makin tinggi tingkat efektivitasnya. Dan kualitas merupakan salah satu ukuran produktivitas. Meskipun kualitas sulit diukur secara matematis melalui rasio output/input, namun jelas bahwa kualitas input dan kualitas proses akan meningkatkan kualitas output.

Peningkatan produktivitas perlu dilakukan pada seluruh sektor mulai dari peningkatan produktivitas masyarakat, pemerintah hingga sektor swasta. Peningkatan produktivitas pada sektor swasta berarti meningkatkan produktivitas perusahaan. Hasil peningkatan produktivitas perusahaan terbukti telah memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari para pekerja perusahaan itu sendiri sampai dengan konsumen. Peningkatan produktivitas perusahaan juga memberikan manfaat besar kepada pemerintah dalam hal peningkatan dayasaing dan perluasan kesempatan kerja yang sangat dibutuhkan seiring dangan berkembangnya tuntutan pasar kerja. Oleh karena itu pemerintah berupaya secara terus menerus untuk mendorong dan memfasilitasi peningkatan produktivitas perusahaan.

Peningkatan produktivitas perlu dilakukan pada seluruh sektor mulai dari peningkatan produktivitas masyarakat, pemerintah hingga sektor swasta. Peningkatan produktivitas pada sektor swasta berarti meningkatkan produktivitas perusahaan. Hasil peningkatan produktivitas perusahaan terbukti telah memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari para pekerja perusahaan itu sendiri sampai dengan konsumen. Peningkatan produktivitas perusahaan juga memberikan manfaat besar kepada pemerintah dalam hal peningkatan dayasaing dan perluasan kesempatan kerja yang sangat dibutuhkan seiring dangan berkembangnya tuntutan pasar kerja. Oleh karena itu pemerintah berupaya secara terus menerus untuk mendorong dan memfasilitasi peningkatan produktivitas perusahaan.

Peningkatan produktivitas pada sektor masyarakat meningkatkan produktivitas lingkungan. Peningkatan pada sektor pemerintah meningkatkan produktivitas lembaga dan pada sektor swasta meningkatkan produktivitas perusahaan. Hasil peningkatan produktivitas perusahaan terbukti telah memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan mulai dari para pekerja perusahaan itu sendiri sampai dengan konsumen. Peningkatan
produktivitas perusahaan juga memberikan manfaat besar kepada pemerintah dalam hal peningkatan dayasaing dan perluasan kesempatan kerja yang sangat dibutuhkan seiring dangan berkembangnya tuntutan pasar kerja. Oleh karena itu pemerintah berupaya secara terus menerus untuk mendorong dan memfasilitasi peningkatan produktivitas swasta seperti perusahaan,produktivitas pemerintah seperti lembaga, dan produktivitas masyarakat seperti lingkungan.

Produktivitas masyarakat pada lingkungan hidup dapat dilakukan secara lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam pada ekosistem secara produktif dan melakukan pelestarian lingkungan secara arif, maka dapat mewujudkan lingkungan yang produktif dengan kearifan lokal yang berkelanjutan.

Keynote Speaker

View Conference Details



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.

Panitia Seminar Nasional Kearifan Lokal VII-2023

Tel: 0853-6351-0676 (Hardini); 0851-5672-3768 (Alya)

Email: nclw_architecture@usu.ac.id



#13-1-2026 - 15.02 PM awal 2026 menjadi titik balik cara pemain mengelola sesi tren awal tahun mengarah pada pola bermain yang lebih stabil perubahan pola bermain digital terlihat sejak awal tahun ini pendekatan bermain terkontrol mulai mendominasi tren 2026 data awal tahun memperlihatkan perubahan preferensi pemain pengamatan awal 2026 menunjukkan pergeseran strategi bermain tren baru menunjukkan pemain lebih mengutamakan keseimbangan awal tahun menjadi fase penyesuaian pola bermain digital riset awal tahun menyoroti evolusi cara bermain pemain digital perubahan tren bermain mulai terlihat di berbagai komunitas pendekatan bermain yang lebih tertata mulai diterapkan pemain menjaga ritme sesi menjadi perhatian utama pemain digital pola bermain lebih stabil dinilai memberi rasa kontrol pendekatan bertahap membantu pemain mengelola dinamika mengatur tempo secara konsisten menjadi kebiasaan baru pemain studi awal menunjukkan cara bermain yang lebih seimbang pemain berpengalaman lebih memilih pendekatan terukur pendekatan bermain adaptif kian diperhatikan di awal tahun mengelola sesi dengan ritme stabil menjadi fokus evaluasi perubahan cara bermain digital mencerminkan tren baru mengapa banyak pemain mengubah cara bermainnya di awal 2026 pendekatan tenang justru membantu pemain membaca pola lebih jelas bukan intensitas konsistensi justru mulai diutamakan pemain cara baru pemain menyikapi dinamika permainan digital pendekatan sederhana mulai menggeser gaya bermain lama alasan pemain lebih menahan tempo di awal tahun ini perubahan kecil dalam ritme bermain mulai memberi dampak besar pendekatan stabil dinilai memberi kontrol lebih baik pemain tidak lagi mengejar kecepatan seperti tahun sebelumnya mengelola tempo menjadi fokus baru pemain digital riset awal 2026 mengungkap pola bermain yang lebih terkendali analisis data menunjukkan pergeseran strategi bermain digital studi lapangan menyoroti adaptasi pemain terhadap pola sesi evaluasi perilaku digital mengarah pada strategi lebih seimbang data terkini mengungkap cara pemain menjaga stabilitas sesi analisis awal tahun memperlihatkan pola bermain yang lebih terstruktur riset digital mengungkap perubahan cara pemain membaca pola pendekatan adaptif dinilai efektif menghadapi variasi permainan studi perilaku menunjukkan pemain lebih menghindari tekanan berlebih evaluasi tren digital menunjukkan fokus baru pada ritme evaluasi awal tahun menunjukkan perubahan pola bermain digital analisis perilaku pemain mengarah pada pendekatan yang lebih terukur studi digital mengungkap pentingnya menjaga ritme dalam sesi bermain pengamatan awal 2026 memperlihatkan pola bermain yang lebih stabil riset perilaku menunjukkan konsistensi mulai menjadi preferensi utama pendekatan sistematis dinilai relevan menghadapi dinamika permainan data awal tahun menggambarkan perubahan cara pemain mengelola sesi analisis tren digital menyoroti pergeseran gaya bermain studi awal mengungkap adaptasi pemain terhadap pola baru evaluasi sesi bermain menunjukkan fokus baru pada stabilitas fenomena bermain lebih tenang mulai terlihat di awal tahun ini banyak pemain mulai menata ulang cara mengatur ritme bermain perubahan gaya bermain digital menjadi sorotan awal 2026 pendekatan bertahap semakin sering digunakan pemain berpengalaman pola bermain lebih rapi mulai mendominasi preferensi pemain pengamatan digital menunjukkan pemain lebih menjaga alur sesi fenomena konsistensi bermain menarik perhatian pengamat digital awal tahun menjadi momen evaluasi cara bermain digital perubahan ritme bermain terlihat di berbagai platform pemain mulai lebih selektif dalam mengatur tempo bermain arah baru pola bermain digital mulai terlihat di awal tahun 2026 evaluasi kebiasaan pemain menunjukkan perubahan cara mengelola sesi pendekatan bermain lebih terkendali kian mendapat perhatian analisis tren awal tahun mengungkap pola bermain yang lebih rapi studi digital menyoroti cara pemain menjaga konsistensi ritme perubahan gaya bermain mulai terlihat di berbagai platform digital data awal tahun menunjukkan pemain lebih selektif mengatur tempo pendekatan sistematis dinilai membantu menjaga stabilitas sesi riset awal 2026 mengungkap cara pemain menyikapi dinamika permainan pengamatan digital menunjukkan pergeseran fokus dari intensitas ke ritme mengapa banyak pemain mulai mengubah cara bermainnya tahun ini pendekatan tenang perlahan menggeser gaya bermain lama analisis perilaku digital mengungkap alasan pemain lebih menahan tempo studi awal tahun menunjukkan cara baru pemain membaca pola perubahan kecil dalam ritme bermain mulai menarik perhatian pola bermain stabil kian dianggap relevan di tengah tren baru pendekatan bertahap dinilai memberi kontrol lebih baik bagi pemain data lapangan mengungkap cara pemain menjaga sesi tetap seimbang evaluasi awal 2026 menyoroti adaptasi pemain terhadap perubahan pola riset digital memperlihatkan cara pemain menghindari tekanan berlebih penalaran terstruktur pemain dalam menyikapi dinamika permainan digital kesadaran kognitif pemain terhadap karakter sistem permainan online kejelasan sikap bermain pemain berdasarkan pemahaman mekanisme permainan pertimbangan rasional pemain dalam menghadapi variabilitas permainan pendekatan berpikir seimbang pemain saat menafsirkan sistem permainan penataan pola pikir pemain dalam menyikapi ketidakpastian permainan keselarasan cara berpikir pemain dengan struktur sistem permainan pemahaman konseptual pemain terhadap alur mekanisme permainan digital konsistensi penalaran pemain dalam mengelola sesi permainan sikap bermain rasional pemain berdasarkan pemetaan sistem permainan analisis mekanisme permainan terhadap penyesuaian perilaku pemain evaluasi sistem permainan dalam membentuk keputusan bermain pemain pemantauan dinamika sistem permainan terhadap stabilitas sikap bermain pendekatan sistematis dalam memahami pola permainan digital karakter sistem permainan sebagai dasar penyesuaian ritme bermain analisis struktur permainan terhadap cara pemain menyikapi sesi evaluasi pola sistem permainan dalam konteks keputusan bermain pemahaman mekanisme permainan sebagai landasan penataan cara bermain stabilitas sistem permainan dan implikasinya terhadap sikap pemain penafsiran mekanisme permainan oleh pemain dalam sesi berkelanjutan distribusi simbol mahjong dalam sistem permainan berbasis sesi variabilitas pola mahjong sebagai bagian dari dinamika permainan digital pemahaman alur visual mahjong dalam menjaga ritme bermain evaluasi mekanisme scatter dalam struktur permainan mahjong sebaran elemen mahjong terhadap penyesuaian sikap bermain pemain struktur pola mahjong dalam konteks sistem permainan digital pemantauan ritme mahjong berdasarkan karakter mekanisme permainan analisis pola mahjong terhadap stabilitas sesi permainan variasi simbol mahjong dalam alur permainan yang terpantau pendekatan analitis terhadap mekanisme mahjong dalam sistem permainan evaluasi cara bermain pemain berdasarkan dinamika sistem permainan penyesuaian sikap bermain terhadap perubahan pola sistem permainan pendekatan rasional pemain dalam menghadapi fluktuasi permainan kejelasan strategi bermain pemain berdasarkan analisis sistem pemahaman dinamika permainan sebagai dasar penataan sesi bermain analisis perilaku pemain dalam menyikapi ketidakpastian permainan penalaran logis pemain terhadap pola permainan yang berubah pendekatan terukur pemain dalam menafsirkan sistem permainan digital evaluasi pola bermain sebagai refleksi pemahaman sistem permainan kesadaran pemain terhadap hubungan sistem permainan dan keputusan bermain