The 3rd International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA) 2021

Sumatera Utara

October 18, 2021 – October 19, 2021


The word gender describes the socially constructed roles and responsibilities that societies consider appropriate for men and women. Gender is referred to variously across areas of social science. In a specific social setting, the culture legalizes values, expectations, meanings, and patterns of behavior and communication of its society. The word "gender" came into everyday use as an alternative to the word "sex" in the United States in the 1970s (Krieger, 2003). Using the word "gender" was a way for researchers and activists to counter the belief that our masculinity and femininity were biologically determined – a belief pervading the scientific and lay communities at the time (Krieger, 2003). Women's empowerment is a critical aspect of achieving gender equality. It includes increasing a woman's sense of self-worth, decision-making power, access to opportunities and resources, power and control over her own life inside and outside the home, and ability to effect change. Women are assumed in homemaking, care giving and subservient roles.

Conversely, men are represented as leaders and breadwinners. Furthermore, in many cultures, women take the name of their husbands after getting married, sons have more freedom to play outside the house, and daughters have to be more at home and take care of younger siblings. Additionally, it shows that at specific schools or academies, the gendered based positioned are offered for student recruitment so that they will be able to fulfill the requirement of future work positions. Due to daily practices, such gender issues are considered normal or not realized as forms of gender identities (Ghaur, 2006).

Gender equality means that men and women have equal power and equal opportunities for financial independence, education, and personal development. Gender equality is a social condition whereby women and men share equal rights and a balance of power, status, opportunities, and rewards. Gender equality can be broadly operationalized by men and women having 1) equitable access and use of resources, 2) equitable participation in relationships, the household, the community, and political arenas, and 3) safety or freedom from violence (Rolleri, 2012). Concerning gender, some factors affect the gendered use of linguistic varieties. The first is employment opportunity. When people try to work, they are usually obligated to express specific types of language skills. Men and women can choose different kinds of jobs because they can be gender-specific or only men or women interested in specific jobs based on local or temporary considerations. Although sometimes the work situation does not obligate them to speak using specific linguistic skills, being in a particular workplace makes people form their varieties. So, men or women can use different language varieties when exposed to different kinds of workplaces.

Gender issues are explored in various disciplines such as Linguistics, anthropology, history, and education to investigate the problem and find a solution in gender cases. Anthropology studies gender both as a practice and as a politically viable frame to examine the representation of people's agency and access to power in everyday life (Shahrokhi, 2017). Linguistics has a role important in a study about language use and its essential in human life. Additionally, linguistic varieties might also be affected by women's and men's social networks. Based on Lesley Milroy's study shows that social networks supported the use of local language. The number and kinds of connections of a network are affected by class. In working-class communities where people live close to each other to spend time together with their relatives and neighbors, the connection and communication are easier to be built.

Meanwhile, in the poor situation for women, women did not have many networks. As a result, compared to their male peers who had more networks, they used less vernacular language than their male peers. In another place, however, Milroy found that the women who were involved in more extensive in more networks and employment used more vernacular language (Eckert and Ginet, 2003).

Accordingly, the Linguistics Doctorate Program at Universitas Sumatera Utara Faculty of Cultural Study wishes to contribute to the discussion and development of gender study by organizing an International Conference called “The 3rd International Interdisciplinary Conference on Language Affairs (IICoLA)". This conference will invite experts from several countries and different backgrounds to contribute to gender study.

Primary Speakers

  • Ben Murtagh, Ph.D. (SOAS, University of London Inggris)
  • Assoc. Prof. Jennifer Fraser, Ph.D. (Oberlin College and Conservatory, Ohio USA)
  • Prof. Katsuo Tamaoka, Ph.D. (Nagoya University, Japan)
  • Assoc. Prof. Katie Sutton. Ph.D. (Australian University, Australia)
  • Dr. Damilola Taiye AGBALAJOBI. (Obafemi Awolowo University, Nigeria)
  • Prof. Dra. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D. (Universitas Sumatera Utara Indonesia)

 

Honorary Board

  • Dr. Muryanto Amin, M.Si. (Rector, University of Sumatera Utara)
  • Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Apt. (University of Sumatera Utara)
  • Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. (Dean of Faculty of Cultural Sciences, University of Sumatera Utara)

International Board

  • Ben Murtagh, Ph.D. (SOAS, University of London Inggris)
  • Assoc. Prof. Jennifer Fraser, Ph.D. (Oberlin College and Conservatory, Ohio USA)
  • Prof. Katsuo Tamaoka, Ph.D. (Nagoya University, Japan)
  • Assoc. Prof. Katie Sutton. Ph.D. (Australian University, Australia)
  • Dr. Damilola Taiye AGBALAJOBI (Obafemi Awolowo University, Nigeria)
  • Prof. Dra. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D. (Universitas Sumatera Utara Indonesia)

Editorial Board

  • Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. (University of Sumatera Utara)
  • Prof. Dr. Ketut Artawa M.A. (Udayana University)
  • Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D. (Medan State University)
  • Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. (Andalas University)
  • Prof. Dr. Jufrizal, M.Hum. (Padang State University)
  • Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U, M.A. (Gadjah Mada University)
  • Dr. Eddy Setia, M.Ed.TESP. (University of Sumatera Utara)

 

 

Committee

Guarantor : Dr. ‪T. Thyrhaya Zein, M.A (Dean)‬‬‬‬‬‬‬‬
Vice guarantor : Dra. Heristina Dewi, M.Pd. (Vice Dean 2)
: Dr. Eddy Setia, M.Ed.TESP (Head of Program Study)
Chairman : Dr. Mulyadi, M.Hum.
Secretary : Dr. Tasnim Lubis, M.Hum.

#13-1-2026 - 15.02 PM awal 2026 menjadi titik balik cara pemain mengelola sesi tren awal tahun mengarah pada pola bermain yang lebih stabil perubahan pola bermain digital terlihat sejak awal tahun ini pendekatan bermain terkontrol mulai mendominasi tren 2026 data awal tahun memperlihatkan perubahan preferensi pemain pengamatan awal 2026 menunjukkan pergeseran strategi bermain tren baru menunjukkan pemain lebih mengutamakan keseimbangan awal tahun menjadi fase penyesuaian pola bermain digital riset awal tahun menyoroti evolusi cara bermain pemain digital perubahan tren bermain mulai terlihat di berbagai komunitas pendekatan bermain yang lebih tertata mulai diterapkan pemain menjaga ritme sesi menjadi perhatian utama pemain digital pola bermain lebih stabil dinilai memberi rasa kontrol pendekatan bertahap membantu pemain mengelola dinamika mengatur tempo secara konsisten menjadi kebiasaan baru pemain studi awal menunjukkan cara bermain yang lebih seimbang pemain berpengalaman lebih memilih pendekatan terukur pendekatan bermain adaptif kian diperhatikan di awal tahun mengelola sesi dengan ritme stabil menjadi fokus evaluasi perubahan cara bermain digital mencerminkan tren baru mengapa banyak pemain mengubah cara bermainnya di awal 2026 pendekatan tenang justru membantu pemain membaca pola lebih jelas bukan intensitas konsistensi justru mulai diutamakan pemain cara baru pemain menyikapi dinamika permainan digital pendekatan sederhana mulai menggeser gaya bermain lama alasan pemain lebih menahan tempo di awal tahun ini perubahan kecil dalam ritme bermain mulai memberi dampak besar pendekatan stabil dinilai memberi kontrol lebih baik pemain tidak lagi mengejar kecepatan seperti tahun sebelumnya mengelola tempo menjadi fokus baru pemain digital riset awal 2026 mengungkap pola bermain yang lebih terkendali analisis data menunjukkan pergeseran strategi bermain digital studi lapangan menyoroti adaptasi pemain terhadap pola sesi evaluasi perilaku digital mengarah pada strategi lebih seimbang data terkini mengungkap cara pemain menjaga stabilitas sesi analisis awal tahun memperlihatkan pola bermain yang lebih terstruktur riset digital mengungkap perubahan cara pemain membaca pola pendekatan adaptif dinilai efektif menghadapi variasi permainan studi perilaku menunjukkan pemain lebih menghindari tekanan berlebih evaluasi tren digital menunjukkan fokus baru pada ritme evaluasi awal tahun menunjukkan perubahan pola bermain digital analisis perilaku pemain mengarah pada pendekatan yang lebih terukur studi digital mengungkap pentingnya menjaga ritme dalam sesi bermain pengamatan awal 2026 memperlihatkan pola bermain yang lebih stabil riset perilaku menunjukkan konsistensi mulai menjadi preferensi utama pendekatan sistematis dinilai relevan menghadapi dinamika permainan data awal tahun menggambarkan perubahan cara pemain mengelola sesi analisis tren digital menyoroti pergeseran gaya bermain studi awal mengungkap adaptasi pemain terhadap pola baru evaluasi sesi bermain menunjukkan fokus baru pada stabilitas fenomena bermain lebih tenang mulai terlihat di awal tahun ini banyak pemain mulai menata ulang cara mengatur ritme bermain perubahan gaya bermain digital menjadi sorotan awal 2026 pendekatan bertahap semakin sering digunakan pemain berpengalaman pola bermain lebih rapi mulai mendominasi preferensi pemain pengamatan digital menunjukkan pemain lebih menjaga alur sesi fenomena konsistensi bermain menarik perhatian pengamat digital awal tahun menjadi momen evaluasi cara bermain digital perubahan ritme bermain terlihat di berbagai platform pemain mulai lebih selektif dalam mengatur tempo bermain arah baru pola bermain digital mulai terlihat di awal tahun 2026 evaluasi kebiasaan pemain menunjukkan perubahan cara mengelola sesi pendekatan bermain lebih terkendali kian mendapat perhatian analisis tren awal tahun mengungkap pola bermain yang lebih rapi studi digital menyoroti cara pemain menjaga konsistensi ritme perubahan gaya bermain mulai terlihat di berbagai platform digital data awal tahun menunjukkan pemain lebih selektif mengatur tempo pendekatan sistematis dinilai membantu menjaga stabilitas sesi riset awal 2026 mengungkap cara pemain menyikapi dinamika permainan pengamatan digital menunjukkan pergeseran fokus dari intensitas ke ritme mengapa banyak pemain mulai mengubah cara bermainnya tahun ini pendekatan tenang perlahan menggeser gaya bermain lama analisis perilaku digital mengungkap alasan pemain lebih menahan tempo studi awal tahun menunjukkan cara baru pemain membaca pola perubahan kecil dalam ritme bermain mulai menarik perhatian pola bermain stabil kian dianggap relevan di tengah tren baru pendekatan bertahap dinilai memberi kontrol lebih baik bagi pemain data lapangan mengungkap cara pemain menjaga sesi tetap seimbang evaluasi awal 2026 menyoroti adaptasi pemain terhadap perubahan pola riset digital memperlihatkan cara pemain menghindari tekanan berlebih penalaran terstruktur pemain dalam menyikapi dinamika permainan digital kesadaran kognitif pemain terhadap karakter sistem permainan online kejelasan sikap bermain pemain berdasarkan pemahaman mekanisme permainan pertimbangan rasional pemain dalam menghadapi variabilitas permainan pendekatan berpikir seimbang pemain saat menafsirkan sistem permainan penataan pola pikir pemain dalam menyikapi ketidakpastian permainan keselarasan cara berpikir pemain dengan struktur sistem permainan pemahaman konseptual pemain terhadap alur mekanisme permainan digital konsistensi penalaran pemain dalam mengelola sesi permainan sikap bermain rasional pemain berdasarkan pemetaan sistem permainan analisis mekanisme permainan terhadap penyesuaian perilaku pemain evaluasi sistem permainan dalam membentuk keputusan bermain pemain pemantauan dinamika sistem permainan terhadap stabilitas sikap bermain pendekatan sistematis dalam memahami pola permainan digital karakter sistem permainan sebagai dasar penyesuaian ritme bermain analisis struktur permainan terhadap cara pemain menyikapi sesi evaluasi pola sistem permainan dalam konteks keputusan bermain pemahaman mekanisme permainan sebagai landasan penataan cara bermain stabilitas sistem permainan dan implikasinya terhadap sikap pemain penafsiran mekanisme permainan oleh pemain dalam sesi berkelanjutan distribusi simbol mahjong dalam sistem permainan berbasis sesi variabilitas pola mahjong sebagai bagian dari dinamika permainan digital pemahaman alur visual mahjong dalam menjaga ritme bermain evaluasi mekanisme scatter dalam struktur permainan mahjong sebaran elemen mahjong terhadap penyesuaian sikap bermain pemain struktur pola mahjong dalam konteks sistem permainan digital pemantauan ritme mahjong berdasarkan karakter mekanisme permainan analisis pola mahjong terhadap stabilitas sesi permainan variasi simbol mahjong dalam alur permainan yang terpantau pendekatan analitis terhadap mekanisme mahjong dalam sistem permainan evaluasi cara bermain pemain berdasarkan dinamika sistem permainan penyesuaian sikap bermain terhadap perubahan pola sistem permainan pendekatan rasional pemain dalam menghadapi fluktuasi permainan kejelasan strategi bermain pemain berdasarkan analisis sistem pemahaman dinamika permainan sebagai dasar penataan sesi bermain analisis perilaku pemain dalam menyikapi ketidakpastian permainan penalaran logis pemain terhadap pola permainan yang berubah pendekatan terukur pemain dalam menafsirkan sistem permainan digital evaluasi pola bermain sebagai refleksi pemahaman sistem permainan kesadaran pemain terhadap hubungan sistem permainan dan keputusan bermain